Dalam rangka Hari Palang Merah Indonesia, pengurus PMI tingkat Kabupaten Tapanuli Tengah menyelenggarakan berbagai lomba tingkat pelajar tahun 2009.

Jenis lomba adalah :

1. Mars PMI

IMG_1008 IMG_1009

2. Penyuluhan

IMG_1012 IMG_1011

3. Cerdas cermat

IMG_1007

4. Melukis.

IMG_1006

Dalam kegiatan tersebut SMP Fransiskus ambil semua kegiatan, namun kegiatan yang berhasil adalah JUARA PERTAMA ‘LOMBA PENYULUHAN KAMPUNGKU BEBAS FLU BURUNG’ dengan pemain utama dan pendukung Deygesis Mendrofa, Donni Gilbertho Gultom, Sarlindawati Matondang, Mia Yasinta Bangun dan Irma Yanti Silalahi.

Sementara lomba cerdas cermat hanya menempati juara III dengan peserta yang cukup kreatif dan perlu dibanggakan karena meskipun juara III asiknya tidak kalah seru. Terima kasih kepada Arie, Steven, dan Fernando.

Adapun pesan kegiatan tersebut, mendorong agar siswa menguasai kiat jitu mencegah flu burung dan pencegahannya, serta usaha-usaha yang perlu dilakukan sebelum dan sesudah terjadinya.

Peserta PMI 2009 dari SMP Fransiskus sebanyak 15 orang siswa peserta Lomba Mars PMI, 5 orang siswa peserta Lomba Melukis, 3 orang siswa peserta Lomba Cerdas Cermat, dan 5 orang siswa peserta Lomba Penyuluhan. Lomba dan puncak perayaan berlangsung di Pantai Indah ‘HOLYWOOD’ Pandan pada hari Minggu, 04 Oktober 2009.

Tahun anggaran 2009, Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah mengadakan Lomba Cerdas Cermat untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar sebagai acuan dalam mewujud-nyatakan tujuan pendidikan nasional  di semua lini termasuk mutu dan lain-lain. Salah satu tolak ukur akan ketercapaian program pendidikan dan pengajaran maka melalui program Dinas Pendidikan yang dituangkan dalam program bidang SMP/SM/PT yang dikepalai oleh bapak Kepala Bidang, Bapak Drs. Kolosse Harahap, dalam sambutannya mendorong dan memotivasi seluruh pelajar se-Kabupaten Tapanuli Tengah untuk senan- tiasa berkompetisi lewat lomba cerdas cermat. Dalam pelaksanaan lomba, karena SMP Negeri dan swasta se-kabupaten Tapanuli tengah berjumlah lebih dari 40 SMP, maka lomba dibagi pada 2 tahap. Tahap pertama dilaksanakan penyisihan di tingkat wilayah yang dibagi dalam 6 titik (wilayah). Pemenang dari satu wilayah dilombakan pada babak final yang terdiri dari 6 sekolah terbaik di Tapanuli Tengah. Maka untuk wilayah Tukka, Sarudik dan Pandan yang terdiri dari 10 SMP Negeri dan swasta di wakili oleh SMP Fransiskus. Dan pada babak kedua (Final keluarlah SMP Fransiskus sebagai pemenang mengungguli 5 sekolah lain sebagai perwakilan dari masing masing titik/wilayah. Peserta cerdas cermat tersebut dipimpin Bpk. Janner Naibaho, S.Pd (PKS Kurikulum) dan sebagai pesertanya ialah:

1. Arie Van Diemen Sitinjak

2. Fernando Munte

3. Steven Guido Purba.

"Tim Cerdas Cermat SMP Fransiskus"

Mr. J. Naibaho, S.Pd

IMG_1020

Maka kami semua mengucapkan terima kasih atas prestasi ini semoga dapat dipertahankan sebagai acuan meraih cita-cita sehingga seiring dengan yel-yel  Arie cs,  “Fransiskus is the best “. Sebagai penghujung acara dan pada saat  penutupan, Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah melalui bapak Kepala Bidang Drs. Kolosse Harahap menyerahkan biaya pembinaan kepada setiap juara yang bersumber dari biaya/anggaran APBD Kabupaten Tapanuli Tengah. Terima kasih.

Oleh: smpfr5 | 22 Oktober 2009

1. Data Kepala Sekolah

Kepala Sekolah SMP Swasta Santu Fransiskus semenjak berdiri masih 2 orang, yaitu :

1. Drs. Beatus Halawa

Kepala Sekolah semenjak berdiri pada tahun 1997 s/d tahun 1998 (2 tahun)

2. Damialus Buaton, S.Pd.

Kepala Sekolah semenjak tahun 1998 (menjabat sebagai pjs.) sampai sekarang ini (11 tahun). Provisiat!

Damialus Buaton lahir di Pusuk pada tanggal 17 Maret 1966 dengan pendidikan diploma 3 tahun 1989 dari Universitas NOMENSEN, terakhir sarjana (S1) jurusan Bahasa Inggris dari perguruan tinggi RIAMA pada tahun 2006.

Oleh: smpfr5 | 22 Oktober 2009

1. Ruang Kelas tempat belajar

Ruang kelas yang nyaman, bersih, dan asri. Meski pun terbuat dari papan tidak mengurangi rasa nyaman para siswa dalam proses belajar. Menurut para pakar kesehatan, justru bangunan dari papan lebih memenuhi standar kesehatan yang baik bila dibandingkan dengan bangunan dari gedung/beton.
Ukuran ruangan belajar 9 meter x 8 meter dan dapat memuat siswa maksimal 46 orang.

Kategori